Rekaman CCTV Detik-detik Ledakan Bom Bunuh Diri di Kartasura: Pelaku Gontai Lalu Roboh ke Aspal

oleh

Uri.co.id Rekaman CCTV ledakan bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Kartasura, Senin (3/6/2019) malam beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut terlihat pada pukul 22.47 WIB, pelaku berjalan dari arah selatan menuju ke Pospam Kartasura.

Sekilas tak ada yang mencurigakan dari penampilan dan gelagat pelaku.

Pelaku tampak tenang berjalan menuju ke pospam.

Beberapa orang yang berada di sekitar Pospam juga tampak menghiraukan si pelaku.

Namun tak dinyana, tepat berada di depan Pospam, pelaku langsung meledakkan diri.

Ledakan terlihat cukup besar.

Asap putih langsung mengepul memenuhi kawasan di sekitar Pospam usai ledakan.

Hanya berselang beberapa detik, asap putih kian memudar.

Tampak pelaku yang gontai hingga kemudian roboh di atas aspal jalanan.

Para pengguna jalan yang melintas sontak menghentikan kendaraannya mengetahui ledakan tersebut.

Pun para petugas polisi yang Lalu Lintas yang bertugas menjaga kelancaran arus mudik di Pospam Kartasura langsung mengamankan kawasan lokasi Pospam.

Beruntung kondisi Lalu lintas lengang saat ledakan tersebut terjadi.

Diberitakan sebelumnya, pelaku adalah seorang pemuda bernama Rofik Asharudin (22).

Pelaku bom bunuh diri di Pospam Kartasura disebut mengalami perubahan drastis secara individu.

Hal tersebut diungkap Masil (19), teman sepermainan Rofik yang tinggal di Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo.

Masil menyebut Rofik semakin jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Namun, ia mengaku masih sesekali berkomunikasi dengan Rofik.

Ia juga mulai menyadari perubahan pada diri Rofik, yang mulai gemar menyaksikan video dokumentasi perang maupun aksi radikal di Timur Tengah.

“Ia mulai senang melihat video perang Suriah, termasuk pemenggalan kepala menggunakan handphone,” ungkap Masil, kepada Uri.co.id, usai penggeledahan di rumah Rofik, Selasa (4/6/2019) dini hari.

Masil menduga, Rofik mendapat pencucian otak dari orang yang tak dikenal.

Apalagi, semenjak Rofik mulai enggan diajak untuk pergi ke masjid.

“Padahal dulu orangnya biasa saja, dengan teman-teman sekampung pun sering kumpul-kumpul, namun tiba-tiba sudah tidak mau ke masjid,” ucapnya.

Masil juga mengungkap hobi Rofik sebelumnya, yakni bermain musik.

“Namun ia berhenti, katanya main musik itu haram,” lanjutnya.

Selain itu, Rofik Asharudin juga sempat menghilang tiga bulan lamanya.

Hal ini terungkap dari rekan-rekan pelaku saat menyaksikan penggeledahan oleh Detasmen Khusus (Densus) Antiteror 88 di rumahnya di Dukuh Kranggan Kulon RT 1 RW 2, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (4/6/2019) dini hari.

“Pernah dikabarkan hilang 3 bulan pada tahun lalu,” ungkap rekan sepermainan kala SMP, Wawan (20) sembari menyaksikan penggeledahan yang dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko A Dahniel dan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjend TNI Mohammad Effendi.

“Dulu sempat dicari-cari tidak tahu keberadaannya di mana, namanya di kampung kan semua orang tau,” tuturnya.

Namun lanjut dia, tiba-tiba sudah ketemu dan pulang ke rumah seperti sedia kala.

“Hanya saja jarang ngumpul sama teman-teman seumurannya,” tuturnya.

Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Rofik dengan Kelompok Terorisme

Polri mendalami keterkaitan peristiwa bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019) malam, dengan dugaan terorisme.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan, polisi mendalami apakah pelaku yang berinisial RA tergabung dalam kelompok teroris atau bertindak sendiri.

“Ya masih didalami apakah kelompok teror terstruktur atau lone wolf,” ungkap Dedi melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (4/6/2019).

Sebelumnya, ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di pos polisi Tugu Kartasura milik Polres Sukoharjo, Senin (3/6/2019) pukul 23.00 WIB.

Seorang pria yang diduga pelaku bom bunuh diri mengalami luka parah di lokasi dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Selain pelaku, tidak ada korban lainnya.

Dugaan sementara pihak Kepolisian, bom yang digunakan untuk meledakan diri di pos polisi tersebut berdaya ledak rendah atau “low explosive”.

Hingga Selasa dini hari, tim Inafis masih melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!