Gesekan Dua Kelompok Silat di Wonogiri, Kapolda Jateng : Bisa Diselesaikan Secara Kekeluargaan

oleh

Uri.co.id, WONOGIRI – Gesekan dua kelompok silat yang terjadi di Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, membuat Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel angkat bicara.

Dia mengatakan, setiap masalah bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan atau dengan hukum, sehingga tidak perlu terjadi kekerasan.

“Ini masalah tidak terlalu besar, harusnya bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaaan.”

“Kita kan biasa menyelesaikan dengan cara kekeluargaan, sesuai dengan kebudayaan negara kita yang menyelesaikan persoalan dengan cara kekeluargaan,” katanya saat ditemui di Rumah Sakit Dr. Oen Solobaru, Grogol, Sukoharjo, Kamis (9/5/2019).

Dia menambahkan, jika masalah tidak bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, bisa diselesaikan dengan hukum.

“Kalau tidak bisa, kita bisa selesaikan dengan cara hukum dengan melibatkan anggota kepolisian.”

“Tidak perlu melakukan tindakan sendiri, yang bisa merugikan banyak pihak,” imbuhnya.

Peristiwa bentrokan massa yang melibatkan dua kelompok silat ini dipicu dengan video yang sempat beredar pada Selasa, (7/5/2019).

Akibat video itu, kedua kelompok sempat terprovokasi, namun bisa diredam pihak kepolisian.

Keesokan harinya, beredar pesan di media sosial yang kembali menyulut pergerakan kedua belah pihak.

“Kejadian ini sudah kami redam tiga kali pada Selasa, Rabu, dan hari ini, untuk anggota ormas saya harap bisa menahan diri,” imbuhnya.

Dia menambahkan hari ini para pimpinan cabang dan ranting kedua kelompok berkumpul bersama di Polresta Surakarta, untuk duduk bersama-sama membicarakan masalah ini.

Agar masing-masing pihak bisa menahan diri, tidak turun kejalan, dan tidak melakukan kekerasan.

“Jika ada kekerasan nanti bisa manfaatkan orang- krang yang tidak bertanggung jawab.”

“Ini kita selesaikan semua secara hukum, dan serahkan pada pihak kepolisian,” katanya.

Dia berharap bentrokan seperti ini tidak perlu terjadi, karena semua menjadi korban.

“Karena peristiwa ini, semua jadi korban, masyarakat jadi korban, pihak kepolisian juga jadi korban,” katanya.

Dia menghimbau untuk kedua belah pihak tidak termakan isu-isu yang sifatnya provakasi.

“Provokasi yang seperti apa, seperti ada sesuatu yang besar sekali, padahal tidak ada apa-apa,” pungkasnya. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!